Saturday, 27 January 2018

SENAPAN RAHASIA PENEMBAK DRONE BUATAN IRAN

Drone atau dengan kata lain Pesawat tanpa awak mungkin tak asing lagi didengar dan digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia baik untuk keperluan dokumentasi, pengumpulan data bahkan kepentingan riset. Jenis drone juga banyak ragamnya tergantung kepentingannya dalam kondisi peperangan penggunaan drone sangatlah membahayakan walaupun drone tersebut tidak di peruntukkan untuk itu.  Dengan memanfaatkan kamera yang dibawanya, drone yang awalnya di gunakan untuk keperluan lain bisa jadi berubah fungsinya seperti mengetahui posisi musuh, membantu komandan altileri untuk menentukan koordinat musuh bahkan untuk membawa bom itu sendiri seperti yang di gunakan teroris di Suriah dan Irak (ISIS).

Sudah banyak negara yang bereksperimen untuk mengatasinya mulai dari penggunaan elang bahkan senjata laser. namun hal  ini tidaklah cukup efektif , cara yang  paling ampuh adalah dengan memutus atau menggangu transmisi radio yang di kirimkan ke drone.
Sepanjang sejarah hanya negara Iran yang terbukti mampu dalam meretes frekwensi radio dari drone mata mata canggih Amerika . RQ 170 Sanintel contohnya sampai sekarang menjadi tahanan negara Iran. tapi sayang sistem yang digunakan semacam ini terkendala mobilitas di lapangan dalam memburu drone berukuran kecil. 
Negara Iran baru baru ini kembali sukses mengembangkan senjata yang berfungsi memutuskan, mengganggu bahkan meretes sebuah drone. Dalam sumber yang tidak jelas disebutkan bahwa senjata ini berbentuk senapan yang dilengkapi dengan catu daya atau penguat frekuensi dan diletakkan didalam sebuah tas yang di desain khusus mirip seperti Ghost buster.  Pada simulasi latihan yang dilakukan Iran senpan ini sukses menjatuhkan drone dalam jarak 3km hanya dengan menggunakan kekuatan frekuensi 2.3 - 2.5 Ghz . Senapan ini disokong dengan Daya 30 Watt meggunakan antena directional LPDA (Log-Periodic Dipole Array) . 
Dalam kasus seperti ini baik negara Iran ataupun adidaya lainnya berlomba lomba menciptakan senjata yang serupa namun ketika geriliwawan mengubah drone untuk mengangkut bom maka senjata anti drone menjadi hal biasa di medan perang abad 21 ini. |||0|||0

0 komentar:

Post a Comment