AIRMULE, UAV KARGO & EVAKUASI KORBAN PERANG BUATAN ISRAEL

Kabar teknologi militer terbaru datang dari negara kawasan mediterania, dia adalah negara kecil yang paling disegani bahkan menurut statistik negara ini adalah negara yang paling modern dan mandiri dalam bidang teknologi dikawasan timur tengah, tentu musuhnya juga banyak entah apa yang di perbuatnya sehingga di benci para tetangganya sebut saja Negara Israel. 
Foto Gambar UAV Airmule Israel

Gambar Simulasi UAV Airmule sebagai Evakuasi Korban Perang

Kali ini negara Israel kembali membuat terobosan baru yakni membuat suatu sistem transfortasi menggunakan pesawat tak berawak untuk mengangkut  kargo , evakuasi medis dan membawa bantuan pendukung pertempuran untuk pasukan, dengan sasaran operasional daerah terpencil dan kondisi sulit yang tidak mampu di darati oleh helikopter.
Gambar Prototype tampak depan dan samping Air Mule

Pesawat tak berawak ini diberinama AirMule yang dikembangkan dan dibuat oleh Israel Urban Aeronautics untuk Angkatan bersenjata Israel. Desain dari Airmule ini tergolong unik tidak sama seperti  kendaraan terbang pada umumnya seperti helikopter ataupun Pesawat terbang, kalau dilihat sepintas UAV ini mirip seperti Hovercraft skala kecil bahkan sistem penggeraknya pun hampir sama, hanya saja hovercraft digerakkan Fan/kipas baling baling yang mengalirkan udara melalui air intake ke dalam flexible skirt untuk membatasi gerak udara yang masuk, tetapi berbeda dengan UAV Airmule yang menganut sistem VTOL (Vertikal Take Off & Landing) cara kerjanya sama digerakkan menggunakan kipas baling-baling dengan tekanan udara yang tidak dibatasai sehingga mempunyai gaya angkat yang mampu terbang lebih tinggi ketimbang Hovercraft. 

UAV ini berhasil menyelesaikan ujicoba penerbangan perdana selama satu tahun mulai dari tahun 2009 sampai Januari 2010, Pada ujicoba tersebut terdapat beberapa kekurangan yang harus di benahi  dan direncanakan akan selesai pada tahun 2014.


Sebenarnya Airmule memiliki dua modus sistem penerbangan baik manual ataupun otomatis, untuk kontrol sistem penerbangan manual dikendalikan oleh markas kendali /ground control station (GCS)  lengkap dengan  display kontrol unit kendali penerbangan (Ground Control Unit /GCU) untuk mengarahkan ataupun menampilkan posisi keberadaanya dan memantau data telemetri yang diberikan UAV menggunakan sistem komunikasi Uplink dan Downlink secara realtime. bahkan, saking canggihnya UAV ini mampu mendarat dengan aman meskipun terdapat kesalahan perintah dari GCS . Sedangkan untuk kendali otomatis menggunakan teknologi fly - by-wire system dengan memanfaatkan kemampuan Ineratial Navigation System (INS) dan Global Positioning System (GPS) dalam  menentukan lokasi operasional. 
GCU (Ground Control Unit)
Ground Control Station (GCS)
Mekanisme Distribusi dan Kendali data GCU yang ada pada GCS

Peralatan lain yang dibawa UAV adalah berupa sensor dan radar seperti sensor penglihatan infra merah dan dua sensor laser untuk memantau ketinggian penerbangan (altitude) serta radar aperture sintetis dan ground moving target indicator.


UAV Air Mule memiliki panjang 6 meter dengan lebar 2 meter di dukung oleh Mesin Turboshaft tunggal Arrien 1D1 menghasilkan daya 940 shp berkekuatan 559Kw,  pesawat ini mampu terbang pada kecepatan 185km/jam pada ketinggian maksimum 3.657m, berat saat take off kosong 635kg berat maksimum 1.088kg berdaya tahan maksimum 5 Jam. 



Semakin banyaknya militer yang menggunakan teknologi robotik maka peperangan dimasa mendatang akan jauh lebih efisien dan lebih mematikan. III0III0

Pages