Friday, 17 May 2013

ZUMWALT CLASS DDG-1000, KAPAL BERPELURU KENDALI ELEKTROMAGNETIK PERTAMA DI DUNIA


Foto Mockup Zumwalt Class / DDG-1000
Pada tahun 2014 Angkatan Laut Amerika Kembali  memamerkan kapal perang terbaru mereka yang diberi nama Zumwalt  bersandi DDG-1000.

Zumwalt (DDG-1000) inilah kapal perusak berpeluru kendali terbaru yang akan menjadi kapal perusak terbesar, tercanggih dan termahal yang pernah dioperasikan Angkatan Laut Amerika. Nama  Zumwalt diambil dari nama Laksamana Elmo Zumwalt, arsitek rancangan dari Angkatan laut Amerika, namun untuk mewujudkannya pihak angkatan laut amerika menggandeng perusahaan besar yang malang melintang di industri pertahanan amerika seperti  Bath Iron Works, anak perusahaan General Dynamics Corp, dan yang satunya lagi oleh Northrop Grumman Corp.

Di Desain dengan konsep lambung tumblehome yang dimana bentuknya mengerucut ke atas bak kapal selam nazi tempo dulu, dimana konsep seperti ini sangat cocok dalam memecah terjangan ombak saat melakukan manuver menghindar kecepatan tinggi serta memberikan efek stabilitas yang tinggi ketika di geber di laut.

 

Zumwalt Class

U-boat Nazi

Dibuat dengan serat khusus meggunakan material komposit yang dipercaya mampu mengelabuhi kemampuan radar lawan bahkan dipindai dengan deteksi sensor panas infra merah sekalipun. Mendukung daya gebernya kapal zumwalt di dukung oleh dua musin turbin gas MT30 36MW dari Rolls-Royce dan satu mesin pembantu kecil yang memproduksi total 78 megawatt tenaga listrik dan disimpan kedalam dua generator, generator pertama untuk menyuplai penggerak kapal sedangkan generator yang kedua difungsikan untuk mendukung sistem kapal dan sistem kontrol persenjataan.

 
Teknikal Power Zumwalt Class

Pada sistem radar kapal zumwalt dilengkapi dengan  sistem radar terbaru SPY-3 multi-fungsi dimana menggabungkan S-Band radar buatan Lockheed Martin dan X-Band radar buatan Raytheon  dalam satu sistem yang terintegrasi dengan apik. tak ayal, sistem ini diklaim mampu memindai keberadaan musuh baik (Air, Udara dan Permukaan) serta mampu mendeteksi rudal jelajah anti kapal dan kendali penembakan rudal Standard untuk dukungan bantuan pertempuran pasukan darat. 

Dalam menghindari ranjau kapal zumwalt masih mempercayakan kepada sistem sonar  jenis bow array dan multi-fungsi towed-array dimana mampu beroperasi dengan frequensi ganda (high and medium frequency) yang terdapat dibawah lambung kapal, sistem sonar dimaksukan untuk menambah kemampuan mendeteksi kapal selam.

Meski berukuran lebih besar daripada kapal-kapal perusak Angkatan Laut Amerika saat ini, Zumwalt akan dioperasikan oleh lebih sedikit awak kapal karena hampir semua sistemnya sudah otomatis dan terintegrasi dengan apik. Pada masa depan, kapal ini akan dilengkapi meriam elektromagnetik pertama di dunia, yakni meriam yang tak lagi menggunakan ledakan mesiu untuk mendorong proyektil, melainkan medan elektromagnetik .

Deteksi Kontrol Tembakan
Selain  meriam elektromagnetik sistem persenjataan lainpun juga di usung seperti Peluncur rudal vertical (PVLS/Peripheral Vertical Launch System) sebanyak empat sel berada pada parimeter deck. PVLS dikembangkan oleh pihak Raytrheon bersama United Defence dengan kode Mk 57 VLS.

Senjata misil Tactical Tomahawk (Penyempurnaan Tomahawk TLAM), Misil Standard SM-3 dan ESSM (Evolved SeaSparrow Missile) untuk pertahanan udara.

Meriam utama berupa dua pucuk meriam caliber 155mm yang memiliki jarak tembak efektif mencapai 100 mil laut dengan penembakan berkelanjutan untuk 12 butir peluru per-menit dikembangkan oleh pihak United Defence. Meriam ini dikenal dengan sebutan AGS (Advanced Gun System)

Sedangkan untuk pertempuran jarak pendek disediakan meriam caliber 57mm Mk 110 yang dikenal sebagai Ship Close-in Gun System, juga dikembangkan oleh United Defence. United Defence merupakan perusahaan yang mengakuisisi pabrik meriam kapal Swedia, BOFORS.

Foto Boffor Zumwalt
Dengan segala ukuran dan teknologi yang ia punyai, biaya membuat kapal terbaru ini, menurut angka resmi US Navy, mencapai 3,8 miliar dollar AS (Rp 34,8 triliun) per unit. Namun, Winslow Wheeler, Direktur Straus Military Reform Project di Pusat Informasi Pertahanan, di Washington DC mengatakan, ongkos sebenarnya bisa mencapai 7 miliar dollar AS (Rp 64,12 triliun) per unit. Wajar saja program ini sempat mendapat tentangan oleh sebagian petinggi Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) karena biaya pembuatannya terlalu tinggi, tapi karena pemerintah Amerika menyetujuinya maka program pembuatan kapal perang masa depan USS Zumwalt berjalan terus dan akhirnya diputuskan untuk membuat 3 unit saja.

Class & type   :     Zumwalt-class destroyer
Displacement   :     14,564 tons[2]
Length         :     600 ft (182.9 m)
Beam           :     80.7 ft (24.6 m)
Draft          :     27.6 ft (8.4 m)
Installed power:     Integrated Power System(IPS)
Propulsion     :     2 Rolls-Royce Marine Trent-30 gas turbines 

                     and emergency diesel generators, 78 MW
Speed          :     30.3 knots (56.1 km/h; 34.9 mph)
Complement     :     142