STEALTH WEAR ANTI DRONE, SERAT KAIN KHUSUS UNTUK BERLINDUNG DARI MANGSA UAV PREDATOR

Foto Thermal Imaging
Ditengah Negara Amerika mengembangkan kemampuan UAV canggih terbarunya bernama Predator Avanger C dimana mereka klaim lebih canggih dan mematikan dari pada varian sebelumnya, ternyata ada juga orang New York City Amerika yang iba dan peduli terhadap penderitaan rakyat sipil yang menjadi ancaman dan  intimidasi pemboman pesawat mata-mata tersebut. Adam Harvey namanya, pria berumur 31 tahun ini adalah seorang perancang busana yang mempunyai pandangan skeptis terhadap penggunaan pesawat militer tanpa awak Amerika yang telah memicu kontroversi dalam beberapa tahun terakhir karena sangat berpotensi mengenai korban sipil non kombantan.

Atas dasar keingintahuannya terhadap teknologi yang dipakai pesawat mata-mata canggih Amerika tersebut kemudian Adam harvey membeli sebuah kamera thermal pengendus panas Inframerah yang lazim digunakan sebagai dasar penggunaan FLIR (Forward Looking Infra Red) pengintaian pesawat mata-mata , setelah hasil observasi dan test yang dilakukan oleh Adam harvey ternyata dia menemukan suatu serat setara kain yang dapat membuat rabun pesawat mata-mata canggih Amerika tersebut.

 
Foto dari kiri 1. mata telanjang 2. Pengindraan Malam Inframerah  3. Pengindraan Inframerah + Sensor Panas (FLIR)
 
Foto penggunaan FLIR pada UAV tanpa didukung pakaian anti drone



Diberinama “Stealth Wear anti Drone”. Dibuat dari perpaduan serat Logam ringan elastis dilapisi dengan kain sutra , inilah rahasia hasil racikan Adam Harvey yang dapat menyembunyikan radiasi termal pemakainya dan membelokkan sensor kamera FLIR yang dipancarkan pesawat mata-mata dalam mengendus pergerakan manusia.

Adam Harvey  bekerja sama dengan Johanna Bloomfield, membuat rancangan pakaian berbahan Stealth Wear anti Drone yang mencakup seluruh bagian tubuh, bahkan Adam dan Johanna membuat 2 potong baju yang diperuntukan untuk wanita muslim berbahan sama mulai dari jilab dan burqa, ini dimaksudkan untuk menghilangkan ketakutan penduduk sipil terhadap ancaman pesawat pembom tanpa awak Amerika yang digunakan untuk mengawasi gerak gerik musuhnya ditimur tengah.

Desain Adam dan Johanna pernah dipamerkan di Primitive London pada bulan Januari 2013 dan bisa didapatkan di toko online,  kisaran harganya bervariasi untuk kerudung dijual dengan harga berkisar antara 5 juta rupiah sedangkan untuk Burqa dijual seharga 22 juta Rupiah,bahkan Adam Harvey menerima rancangan khusus bagi penduduk sipil non combantan.

 
Foto Menunjukan Posisi Kamera Thermal FLIR

Dengan rancangan yang dibuat Adam Harvey, Militer Amerika pun sontak terkaget-kaget dibuatnya, bayangkan saja kalau kain rancangan Adam Harvey tersebut jatuh ketangan geriliawan Taliban dan Iran musuh bebuyutannya, maka bisa dipastikan pesawat pembom canggih tanpa awak Amerika bakalan mandul dibuatnya, tapi rupanya militer Amerika tak kehilangan akalnya bahkan kontraktror pakaian militer Amerika berencana mengiming-imingi Adam Harvay kontrak kerjasama dengannya. Tapi Adam Harvey menolaknya dengan cara membatasi produksinya sekitar 2 minggu untuk 1 potong pakaian anti drone

|||0|||0

Pages