PREDATOR C AVENGER , SOSOK UAV PEMBOM BARU AMERIKA

Foto Predator Avenger C.
Belajar dari peristiwa dicegatnya pesawat mata-mata canggih Amerika (MQ-1 Predator) oleh Pesawat tempur Iran pada Maret 2013, Amerika kini mengembangkan pesawat mata-mata baru yang jauh lebih canggih dari  MQ-1 (Predator A) dan MQ-9 (Predator B), Mengusung nama “avenger” atau “Pembalas” . Pesawat mata-mata ini dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems Inc  (GA-ASI), bermarkas di Sandiego California Amerika Serikat.

Dengan desain  yang berbeda dari varian sebelumnya, avenger diciptakan untuk meningkatkan kemampuan siluman, dan kemampuan tempurnya tentunya predator ini lebih canggih bahkan diklaim setara dengan kemampuan pesawat F22 dan F35. Predator Avenger  pertama kali melakukan ujicoba terbang perdana pada bulan april 2009 dan sampai saat ini masih dalam penyempurnaan. Predator Avage dirancang  untuk mengurangi tangkapan radiasi elektromagnetik, di dukung dengan desain mesin turbofan tunggal buatan Pratt & Whitney canada PW545B, yang disamarkan  pada bagian belakang untuk mengurangi refleksi tangkapan radar dibuat dengan metode V-tail, bahkan untuk menunjang kemampuan silumannya pesawat Avangger dilengkapi dengan penyimpanan senjata internal  seperti layaknya pesawat tempur F22 Raptor. 



Foto Mesin PW545B Predator Avenger C
Avenger dirancang untuk terbang selama 20 jam pada ketinggian hingga 60.000 kaki dengan kecepatan jelajah 400 knot, Avanger memiliki beban angkut setara 3.500 pond , yang didalamnya sudah termasuk Sensor, Elektronik Optical  dan  beragam senjata baik senjata air to air atau air to ground. sensor yang dibawa mengusung jenis Lynx Synthetic Aperture Radar (SAR) yang dikembangkan oleh General Atomics, electro-optical/infrared (EO / IR) untuk sistem kamera pengintai dan Dilengkapi radar bertipe AESA (active electronically scanned array)memiliki kemampuan melacak dan mengunci multi target. 
Kokpit dari Sistem Pusat Kedali
Avenger dikendalikan oleh sebuah stasiun remote kontrol atau Ground Control Stations (GCS)yang dimana sistem kendali sejenis digunakan untuk mengontrol  MQ-1 (Predator A) dan MQ-9 (Predator B). Cockpit GCS dirancang sesuai dengan standar Sistem Unmanned Aircraft Command Angkatan Udara AS dengan fitur yang intuitif yang lebih memudahkan dalam mengidentifikasi, dan meningkatkan waktu reaksi pilot dan proses pengambilan keputusan. bahkan dengan teknologi ini mampu meningkatkan kesadaran situasional dan mengurangi beban kerja sehingga pilot dapat lebih efektif dan efisien mencapai misinya.

Jaringan Komunikasi Kecepatan Tinggi

Dukungan koneksi jaringan kecepatan tinggi maka Gambar Foto dapat diterima dengan resolusi tinggi ataupun rekaman video dari misi yang dilakukan Predator C Avenger
, Avenger dirancang untuk melakukan manuver kecepatan tinggi, daya tahan lama, multi-misi Intelijen, Surveillance, dan Reconnaissance (ISR) dan keakuratan serangan baik didarat atau dilaut bahkan support di udara, pesawat ini akan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2017.


Karakteristik
Lebar Sayap: 66 ft  (foldable wings)
Badan Pesawat: 41 ft
Ketinggian: 60,000 ft
Ketahanan Mengudara : 20+ hr
Payload: Internal – 800 lb (363 kg)
External – 3,000 lb (1361 kg)
Air Speed: 400 KT (460 MPH)

Crew : 2 Orang pengendli

Persenjataan :
2,000 lb Joint Direct Attack Munition (JDAM)
AGM Hellfire
Aim missile require    

Pages