PELURU PINTAR BERTEKNOLOGI CANGGIH UNTUK PARA SNIPER AMERIKA

Inovasi memang tiada henti begitu juga yang dianut oleh Negara Amerika dalam dunia militernya, kini negara tersebut kembali membuat suatu inovasi dalam mendukung aksi sniper tentaranya dalam sisi akurasi dan daya jangkaunya dimedan perang.

Tidak tanggung-tanggung ada dua laboratorium penelitian raksasa militer Amerika yakni DARPA dan Sandia Labs telah berlomba membuat suatu peluru yang dikendalikan oleh sebuah teknologi canggih yang berpotensi memberikan keterampilan instan penembak jitu jika penelitian ini berhasil di ciptakan.

Dalam sebuah tes ujicoba pada bulan februari 2013, Sandia Labs memperkenalkan prototype peluru dengan panjang 4 inci yang dimana pada proses tersebut peluru bisa menembak sasaran berjarak satu mil, peluru ini mirip seperti rudal pintar skala kecil dilengkapi dengan mikrochip, sensor optik dan sirip yang digunakan untuk mengarahkan peluru. Tapi untuk menggunakan peluru semacam ini dibutuhkan senjata sniper yang dirancang khusus dalam menembakkan peluru yang dibuat oleh Sandia Labs.

Disatu sisi Defense Advanced Research Program Agency (DARPA) juga telah diam-diam melakukan pengujian peluru sendiri, mengusung peluru kaliber .50mm. Puluru ini juga mempunyai teknologi yang diklaim mempunyai akurasi dan mempunyai jarak jangkau yang jauh kelebihan dari peluru ini mampu ditembakkan pada kondisi yang tidak memungkinkan sekalipun seperti angin dan target yang bergerak sekalipun

Gambar Peluru Pintar DARPA Kaliber .50mm


Gambar sisi dalam Peluru rancangan DARPA
Gambaran Ujicoba membelokan Lintasan Peluru

Sama seperti pendekatan Sandia, peluru yang diciptakan DARPA juga mampu dikendalikan dalam membidik sasaran, hanya saja peluru Darpa lebih menguntungkan dan memungkinkan diterapkan karena menggunakan peluru kaliber .50mm tanpa merubah sistem persenjataan sniper konvensional yang sudah ada.

Jika teknologi ini berhasil diciptakan maka akan jauh meningkatkan kemampuan para sniper tentara amerika dalam membidik dan membunuh target, baik target yang bergerak atau target yang tidak bergerak, lintasan angin maupun debu yang menghalangi jarak pandang dan akurasi karena, setiap tembakan yang gagal mencapai target berpotensi dapat mengungkapkan keberadaan dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan seorang sniper bahkan teknologi ini akan memberikan kesenyapan seorang sniper dalam membunuh target.

Pages