RAHASIA AKURASI TEMBAKAN SNIPER

One Shoot One Kill, itulah filosofi yang musti di pegang teguh oleh seorang sniper. Tidak ada tembakan yang kedua, karena the second bullet tak ubahnya dengan undangan kematian bagi seorang sniper, itu pula sebabnya, tempat perlindungan dan kamuflase menggunakan ghillie suit jadi yang terpenting.

Tembakan pertama dengan akurasi tinggi dimungkinkan oleh beberapa faktor. Manusia alat, dan faktor lainnya seperti jarak ukuran dan lokasi target, angin, fleeting nature, jarak pandang dari ketepatan (density) udara. Sasaran tidak mungkin ditembak menggunakan Assault rifle. Karena itulah sniper rifle muncul dalam sejarah militer.

Untuk menyibak rahasia ketepatan tembakan, Dr.Ign. Heruwasto Komite Perencanaan dan Program Bidang Berburu PB. Perbakin. Jakarta menyarikan 17 resep. “jika sarat-syarat teknis sudah dipenuhi, terpulang ke penembak, mestinya pasti jitu, berikut kupasan ahli senjata perbakin ini.


 
1. TINGKAT KEPRESISIAN LARAS
Adalah tingkat kelurusan, kehalusan, keseragaman rifling, dan tingkat variasi besar kecilnya diameter laras. Laras sniper dengan bahan stainles steel 416 biasanya layak di gunakan sampai 4.000 tembakan. Ahli lain mengatakan  kecepatan peluru hanya tinggal mencapai 90 persen dibandingkan laras bau saat tembakan ke 2.000

2. PANJANG LARAS
Laras yang pendek akan menyebabkan kecepatan baistik di ujung laras lebih lambat, sebagai akibatnya jarak tertentu dari lintasanya putaran tidak mencukupi untuk mempertahankan kesetabilan peluru alhasil, akurasi hanya akan cocok untuk jarak yang pendek Pemilihan panjang laras yang cocok berbeda untuk setiap keperluan misi, karena laras yang pendek juga memiliki keunggulan memudahkan manuver di lapangan.

3. CROWN
Merupakan penghalusan sisi permukaan depan (ujung laras) membuat miring secara simetris terhadap sumbu lubang laras, Crown yang tidak simetris merusak akurasi. Crown juga dimaksudkan untuk menghilangkan sisa beram hasilpemotongan laras dipabrik yang masih melekat, selain juga melindungi bagian tersebut dari benturan yang dapat merusaknya.

4. RATE OF TWIST RIFLING
Adalah tingkat putaran ulir pada suatu laras misalnya senjata dengan rate of twis 1:12 artinya ulir akan memutar anak peluru satu kali putaran bila peluru bergerak majusejauh 12 inci. Tiap senjata miliki rate of twis beragam. Untuk memperoleh akurasi, sniper mengerti kecocokan berat anak peluru yang di gunakan dengan rate of twist laras senjatanya.

5. RIGIDITAS LARAS
Adalah kekakuan suatu laras. Ledakan tembakan menghasilkan vibrasi pada laras. Semakin besar vibrasi pada laras semakin berkurang. Selalu menggunakan Heavy barrel, rigiditas laras diperoleh dengan cara laras memakai bahan khusus seperti chromemoly 4140 atau 416 Stainles steel. heavy barrel selain mengurangi vibrasi mozzle jump, juga efektif mempercepat dinginnya laras. dengan laras yang lebih dingin. deformasi menjadi kecil. sebagai akibat oada saat di tembakkan terus menerus sehingga ketepatan tembakan dapat di jaga.

6. BOLT
Penembak sering menyebutnya dengan gerendel. Fungsinya menahan tekanan ke belakang selongsong sehingga anak peluru dapat bergerak ke depan secara penuh pada saat penembakan. Bolt juga berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan peluru dari kamar laras (Chambers) untuk kesempurnaan tembakan, bolt harus betul-betul permanen tidak boleh longgar dan ujungnya rata.

7. LEADE FREE BORE
Letaknya di bagian dalam laras, tepat di depan kamar peluru, sering juga disebut sebagai free  bore. Penelitian membuktikan semakin pendek bore. Penelitian membuktikan semakin pendek leade, gruping tembakan semakin baik. Senjata yang sudah ditembakkan diatas 4.000 kali, bagian yang pertama aus adalah bagian depan kamar peluru ini.

8. MOUNTING
Adalah pengikat telescope pada senjata. Untuk keperluan akurasi, tidak dianjurkan menggunakan mounting model buka pasang. Sistem buka pasang. Sistem buka pasang akan cenderung tidak kokoh dibandingkan fix mounting system sebagai akibat bidikan berubah.

No comments:

Post a Comment

Pages