KAPAL YANG MELESAT DIATAS PERMUKAAN AIR DENGAN METODE HYDROFOIL

Mengangkat bodi kapal dari permukaan laut. Itulah jawaban agar kapal bisa berlayar cepat bebas hambatan. Bukan sekedar teori saja, prinsip tadi sudah diterapkan pada sejumlah kapal tempur berkonsep hydrofoil. Cara macam ini dianggap manjur lantaran dengan mengangkat body maka koefisien hambatan yang datang dari gempuran ombak bisa di hilangkan. Oleh karena itu heran bila rata-rata kala hydrofoil tanpa kesulitan mampu diajak melesat hingga kecepatan diatas 40 knot.

Secara fisikal kapal tempur hydrofiol bisa dikenali dari adanya fasilitas sirip di bagian bawah kapal. Jumlahnya antara tiga sampai empat buah, tergantung dari besar kecilnya kapal. Soal dimensi terlihat lebih panjang ketimbang sirip kendali kapal standar.

Berbekal komponen diatas maka kapal bisa dioperasikan dengan dua pilihan. Pertama berlayar secara konvensional. Ini artinya bagian bawah lambung tetap terbenam di permukaan laut. Selanjutnya untuk mencapai kecepatan maksimal maka sirip-sirip tadi wajib di aktifkan. Sebagai sumber tenaga umumnya kapal ini mengaplikasikan gabungan antara mesin diesel dan gas turbin. Sumber tenaga pertama biasanya dipakai saat kapal berlayar dalam kecepatan normal. Selanjutnya pada kecepatan maksimal berulah sumber tenaga turbin gas yang diambil alih.

Boleh-boleh saja hydrofoil jadi masalah satu jawaban soal kecepatan di laut. Sayang kemampuan tadi mesti dibayar mahal. Untuk urusan pemeliharaan, kapal jenis ini rumit begitu pula dengan dana, baik berkaitan dengan pemeliharaan maupun operasional. Kendala macam ini jadi penyebab keterbatasan populasi kapal cepat konsep hydrofoil. Hanya Soviet, AS, Kanada, Inggris, Italia serta Cina yang mengoperasikan kapal tersebut. dari daftar tersebut Cuma Soviet, Cina dan Italia yang masih menggelarnya. Sementara yang lain merasa penggelaran armada hydrofoil dirasa tak masuk dalam hitungan optimal

No comments:

Post a Comment

Pages