"JAMARAN" KAPAL PERUSAK PERTAMA IRAN

Angkatan laut Iran meluncurkan kapal perusak terbaru buatan dalam negeri pertamanya peresmian destroyer ini dihadiri oleh pemimpin tertinggi dan sekaligus panglima tertinggi Ayatullah Ali Khamanei.

"Angkatan laut Iran Jumat melakukan pelepasan destroyer yang dipandu rudal yang dirancang dan dikembangkan oleh pribumi pertama `Jamaran` di Teluk Persia,"Kapal itu memiliki berat sekitar 14.000 ton dan diperlengkapi dengan radar modern dan kemampuan perang elektronik, kata laporan tersebut.

"Jamaran, kapal pemburu untuk banyak misi, dapat membawa 120-140 personil di atasnya dan dipersenjatai meriam caliber 76 mm (Fajr-27) yang mempunyai kesamaan  dengan meriam OTO Malera, Untuk menunjang daya gempur destroyer ini ditambah dengan dengan meriam anti pesawat kaliber 40 mm yang bernama (Fath 40 mm). Selain itu Destroyer ini memiliki 4 pelucur rudal SAM (Surface-to-air missiles) , torpedo, 4 peluncur rudal permukaan ke darat (C-803), 4 pelucur rudal anti kapal (CSSC-3). Kecepatan tertinggi mencapai 30 knot dan mempunyai sebuah landasan helikopter," laporan itu menambahkan. "Kapal itu juga diperlengkapi dengan radar dan kemampuan peperangan elektronik"

Televisi negara juga menunjukkan gambar kapal itu dan upacara di mana kapal itu diluncurkan oleh Khamanei yang diapit oleh sejumlah komandan penting militer Iran.

Banyak dari peralatan angkatan laut Iran berasal dari sebelum revolusi Islam 1979 dan buatan AS. Sejak revolusi, Teheran telah membeli sejumlah kapal selam buatan Rusia.

Dalam setahun terakhir angkatan laut Iran telah melakukan sejumlah misi di Teluk Aden dan lepas pantai Somalia tempat mreka bertugas untuk mengawal kapal dagang dan tanker minyak Iran.

Teheran kini sedang memperkaya uranium, yang banyak negara Barat dan Israel khawatirkan merupakan langkah ke arah pembuatan bom atom. Teheran menolak tuduhan itu, dan mengatakan program nuklirnya sepenuhnya damai.

Pada Kamis, badan pengawas atom dunia menyampaikan keprihatinan bahwa Iran mungkin telah berupaya untuk mengembangkan hulu ledak nuklir. Pada Jumat, Iran mengesampingkan keprihatinan itu sebagai "tak berdasar".

Iran mendapat sanksi PBB karena gagal memenuhi resolusi Dewan Keamanan yang minta agar negara itu menghentikan pengayaan. Baik AS maupun Israel tidak mengesampingkan aksi militer jika Iran pada akhirnya tidak memenuhi resolusi itu.

No comments:

Post a Comment

Pages